Tak mudah memang untuk meyakinkan orang lain menerima semua keinginan kita, selagi kita tidak yakin dengan keinginan kita sendiri, hal itulah yang kadang sering menimpa keabanyakan orang dalam menyampaikan suatu keinginannya terhadap orang lain. Bagaimana mungkin orang akan mau menerima penawaran kita sedangkan kita sendiri masih ragu dan bahkan tak yakin dengan apa yang kita tawarkan.
Ada kejadian-kejadian menarik yang pernah saya alami ketika berkecimpung di Sang Bintang School (SBS), sejak pertama saya bergabung dengan SBS tak banyak hal ada dalam pikiran saya tentang SBS kecuali SBS adalah lembaga Kursus Bahasa inggris, itu saja.
Diawal melakukan promosi, pengetahuan saya tentang SBS masih sebatas itu, karena memang saya tidak di training terlebih dahulu, Cuma semangat yang saya miliki, sampai akhirnya yang saya lakukan hanya sebatas menempel pamflet, memasang spanduk dan menyebar brosur, untuk melakukan hal lebih saya masih belum pede, karena saya ,merasa tidak punya kemampuan Bahasa Inggris yang hebat dan takut banyak yang bertanya tentang program ini, makanya saya tidak pernah melakukan hal yang lebih seperti presentasi, menawarkan ke teman-teman, dll. Padahal ketika kita bertemu dengan orang banyak dan dengan pede menawarkan program tanpa ragu-tagu, itu lah yang seharusnya yang akan membuat orang tertarik dengan program kita. Paling tidak orang akan melihat sesuatu yang kita tawarkan ada dalam diri kita,sehingga ketika kita bertemu orang, maka yang pertama orang ingat adalah sesuatu itu.
misalnya saya menawarkan program SBS, setiap bertemu teman yang diingat pertama kali adalah si Iqbal SBS, inilah yang dinamakan marketing tak sadar dan dampaknya akan kita rasakan jangka panjang. Coba bayangkan apabila teman kita tadi bertemu 10 orang setiap hari yang berhubungan dengan Iqbal dan dia berkata “ooo..Iqbal SBS itu ya..” secara otomatis orang itu akan bertanya, “SBS itu apa?”, nah itu maksud saya.
Jadi, kunci pertama sebelum kita menawarkan sesuatu atau menyampaikan sesuatu agar orang lain percaya dan yakin dengan kita adalah bangunlah keyakinan kita terhadap apa yang kita tawarkan, misalnya kita ingin menawarkan buku untuk dijual pada teman, maka pastikan kita sudah membacanya agar kita paham dan yakin dengan isi buku itu dan pada akhirnya kitapun akan pede menawarkan buku itu dengan sendirinya.
Dulu saya pernah melakukan penawaran program kampoenk Jenius English 6 minggu bisa! Ke SMA3 Malang, waktu itu saya merasa tidak pede,ragu-ragu & takut tidak diterima, penyeabnya adalah saya tidak pede karena saya sendiri tidak mahir bahasa inggris, saya ragu-ragu karena saya takut ditanya macam-macam oleh kepala sekolahnya, saya takut proposal tidak diterima karena SBS masih baru ada di Malang. Saya lantas hanya menitipkan proposal di Front Office, dan memang terbukti, penawaran saya tidak ditanggapi, tak ada hasil, nihil lah.
Sampai akhirnya saya mulai bangun kepercayaan dalam diri dan pede pun secara perlahan masuk dalam diri saya, penawaran di SMA4 Malang berhasil dan kita mulai kerjasama untuk men-training kursuskan 25 orang guru. Kemudian saya melakukan presentasi dengan pedenya di depan pembantu dekan 1 dan 2 dan bebebrapa staffnya, hasilnya adalah 20 orang dosen dan civitas akademi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang mau Join dengan program yang saya tawarkan. Tak ketinggalan juga ketika saya menawarkan program ke Magistra Utama Malang dengan sangat pede, hasilnya adalah si manajernya tertarik untuk mengikutkan 3 orang pengajarnya dan kita dipersilahkan untuk memakai kelas di Magistra Utama Malang.
Sebenarnya, ada beberapa teori psikologi yang memberikan penjelasan bagaimana meyakinkan orang, salah satunya yang pernah saya baca adalah dalam buku “Agar siapa saja mau melakukan apa saja untuk anda” penulis David J. Lieberman, Ph.D, yang menjelaskan bahwa cara agar kita bisa mendapatkan kerja sama penuh dari siapa pun dalam situasi apapun dengan menggunakan taktik berikut:
Komponen Waktu
Biasanya sering sekali diantara kita meminta bantuan atau mengajak kerjasama pada saat waktu mendesak, jika seperti itu yang terjadi peluang untuk mendapatkannya sangat kecil karena dia khawatir tidak bisa memenuhinya, peluang mendapatkan bantuan dari orang yang tidah sedang berpacu oleh waktu jauh lebih besar dari pada orang yang sedang sibuk atau diburu pekerjaan. Tapi hal ini bukan berarti tidak bisa Lo...
Pengalaman ini pernah saya alami, ketika di dateline untuk mengadakan seminar “Keajaiban Belajar” pada tanggal 17, dalam waktu 1 minggu akhirnya yang terjadi adalah banyak pertimbangan yang mereka ajukan sehingga waktu sudah semakin mepet dan akhirnya seminar Gagal. Ini hanya karna waktu tidak tepat. Renungkanlah...
Hukum Balas Budi
Pernah gak kita melihat salah satu kelompok/perusahaan membagikan kalau orang menerima hadiah akan merasa berhutang budi, itu juga yang dilakukan lembaga amil zakat dengan memberikan hadiah kalender umpama, agar orang mau dan bahkan sadar untuk menyalurkan zakat. Terkadang kita akan merasa tidak enak hati jika ada orang memberikan sesuatu kepada kita dan pada saatnya orang yang memeri sesuatu meminta pertolongan kita maka kita akan langsung menolongnya.
Nah.. oleh karena itu ketika kita memberikan hadiah sesuatu, apapun bentuknya kepada orang yang menjadi target kita, maka peluang untuk mendapatkan pengabulan lebih besar. Ingat! Hadiah yang kita berikan tidak harus berupa barang, tapi bisa berupa waktu kita, perhatian kita, pujian dan ataupun sekedar gerakan kecil.
Ketika saya melakukan penawaran terhadap SMA4 Malang, fakultas Teknik UM, dan Magistra Utama Malang, hal yang tak terlupakan oleh saya adalah memberi hadiah buku “Keajaiban Belajar”. So, berikanlah hadiah mulai sekarang...!
Suasana Hati
Terkadang kita selalu menunggu suasana hatinya lagi baik baru minta bantuan seseorang. actually, strategi kita menawarkan sesuatu tergantung bagaimana suasana hatinya. Jika suasana hatinya (target kita) lagi baik, maka kita harus memeberi tahukan dengan jelas tawaran yang akan kita minta, ini dikarenakan emosi positive bisa mengurangi minat seseorang untuk membantu jika penawaran kita diajukan dngan tidak jelas.
Ada suatu penelitian menunjukkan bahwa emosi negatif bisa meningkatkan minat seseorang untuk membantu, mereka yang suasana hatinya sedang tidak baik biasanya termotifasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat membuat hatinya membaik.
Jadi, ketika kita mau melakukan penawaran hendaknya ketahui dulu suasana hati orang yang akan kita tawari. Sama halnya ketika kita jadi Front Office dan menghadapi Costumer , kita mesti tu dulu apa yang dia butuhkan informasi dari kita, jika dia bertanya tentang program itu artinya si costumer perlu pemahaman tentang program yang kita tawarkan, jika si costumer bertanya tentang cara pendaftaran itu artinya dia tidak perlu dijelaskan lagi masalah harga, dan jika si Costumer menanyakan masalah harga, itu artinya dia amsih merasa mahal dengan t fyg kita tawarkan, jadi kita perlu menyakinkan dia tentang keunggulan program bahwa program ini benar-benar berkualitas.
Hal ini pernah saya praktekkan ketika ada pendaftar yang datang ke kantor SBS, dan hasilnya, hampir semua pendaftar yang datang langsung mendaftar di Program Kampoenk Jenius english 6 Minggu Bisa!., selamat mencoba.
Kesamaan
Kalau kita pernah mendengar pernyataan sepasang selebriti yang ditanya wartawan kenapa jadian denagan pasangannya?, maka biasanya sang selebriti itu menjawab “kita jadian karena kita merasa cocok, kita nyambung kalau ngobrol dan kyaknya kita pnya bnyak kesamaan deh...”. pada kenyataannya kita selalu cendrung lebih membantu orang yang kita sukai dan kita sering menyukai seseorang hanya karna dia “seperti kita” atau memiliki kesamaan tertentu dengan kita.
Contoh sederhananya adalah ketika saya menawarkan ke fakultas Teknik UM, salah satu yang saya sampaikan adalah saya bilang kepada Pembantu Dekannya “kalo di Padang kita sedang kerjasama dengan kampus juga lo pak..”, carilah kesamaan dengan orang atau lemabga yang akan kita tawarkan program.
Pengaruh Kegigihan
Ketika saya menulis kata ini, orang yang pertama saya ingat adalah Mr. Yunsirno, karena beliaulah yang selalu melatih saya betapa berpengaruhnya kegigihan itu. Seperti hadist yang berbunyi “Man Jaddah Wa Jaddah”. Ya, barangsiapa yang bersungguh-sungguh terhadap sesuatu, maka dia akan mendapatkan sesuatu itu.
Ada beberpa pengalaman saya di SBS, ketika pertama kali SBS Malang melakukan kerjasma dengan SMA4 Malang, diawal pembukaan kelas Mr. Yunsirno yang akan ngisi opening seminar meminta saya agar tempat seminar diadakan di aula besar yang berkapasitas 200 orang, yang akan datang untuk menghadiri seminar itu bukan hanya dari sekolah SMA4 saja melaikan undangan-undangan dari beberapa sekolah dan mahasiswa, akhirnya saya sampaikan keinganan SBS untuk menggunakan Aula yang berkapasitas 200 orang, namun dari pihak sekolah SMA4 tidak bisa menyediakan dengan alasan untuk memakai aula perlu prosedur birokrasi karena aulanya milik 2 skolah, SMA4 dan SMA3 yang berdampingan, setalah saya sampaikan ke Mr. Yuinsirno bahwa Aulanya tidak bisa, beliau marah dan bilang pada saya “belum usaha keras kok bilang gk bisa?, gak ada manusia yang bisa di nego..!”, sejaksaat itu saya berusaha lebih, dan hasilnya Aula itu bisa dipakai untuk seminar.
Sejak kejadian itu saya selalu yakin kalau manusia itu bisa di nego dan kegigihan itu pasti ada pengaruh yang luarbiasa.
Semoga bermanfaat.





0 komentar:
Posting Komentar